Program Kelas Karyawan Universitas Narotama Surabaya bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang bekerja melanjutkan pendidikannya ke Jenjang Sarjana (S1), Pascasarjana (S2)

Waktu kuliah dapat dipilih Senin sampai Minggu. Biaya studi sangat terjangkau dan dapat diangsur sesuai kemampuan.

Proses Belajar Mengajar dilakasanakan secara profesional dan dibantu menggunakan Multi Acces Learning (MAL)

Universitas Narotama Gelar Care for People and Planet

Sekitar 2.000 warga kota Surabaya penuh semangat mengikuti gerakan instruktur senam aerobik yang berlangsung di jalan raya Darmo, tepatnya depan Hotel Mercure Surabaya, Minggu (12/1). Acara tersebut digelar Universitas Narotama dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-33, bekerja sama dengan Lembaga Kemanusiaan (LK) ESQ Jawa Timur, RS Al-Irsyad Surabaya dan Hotel Mercure.

Kegiatan bertepatan dengan `car free day` ini bertema “Care for People and Planet”. Selain senam aerobik bersama, Universitas Narotama juga mengadakan pelayanan konsultasi dan cek kesehatan secara gratis. Sebanyak 150 orang menngikuti cek kesehatan meliputi kolesterol, gula darah, dan asam urat. Mereka yang melakukan cek kesehatan juga memeroleh obat-obatan ringan sesuai hasil cek kesehatannya.

Rektor Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Universitas Narotama terhadap kesehatan masyarakat, diantaranya warga kota Surabaya. Orang dengan rajin berolah raga serta melakukan cek kesehatan secara teratur, diharapkan akan memiliki tubuh yang sehat dan hidup lebih berkualitas. Pada kesempatan tersebut, Universitas Narotama memberikan `door prize` melalui kupon yang dibagikan ketika senam aerobik berlangsung. Penerima door prize ditentukan melalui undian dengan hadiah mulai kalender, payung, kaos, termos, kompor gas, dispenser, serta hadiah utama berupa tiga buah hand phone

Universitas Narotama mengadakan Kuliah Umum “Spirit Of Learning English Facing Global Challenges”

Penguasaan mahasiswa terhadap bahasa Inggris sangat penting di era globalisasi ini. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, hingga kebudayaan.

Universitas Narotama mengadakan Kuliah Umum “Spirit Of Learning English Facing Global Challenges” dengan pengajar Jennifer Kim M.A dari American English Lecturer from Regional English Language Office (RELO), Senin (27/1). Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa,

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan anggota English Club Universitas Narotama.
Jennifer Kim banyak memberikan motivasi mahasiswa akan pentingnya bahasa Inggris di era globalisasi. Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, mahasiswa harus belajar secara aktif, belajar jangan hanya tergantung pada dosen, dan mahasiswa perlu melakukan aksi nyata yakni berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

“Reading is an important element to improve our skill,” kata Jennifer Kim.
Menurut Jennifer Kim, kebiasaan belajar bahasa yang efektif yaitu pertama mahasiswa harus percaya diri. Kemudian menggunakan alat bantu belajar berupa radio, buku, film, dan musik. Untuk lebih menguasai bahasa Inggris maka perlu dipraktikan setiap hari, caranya dengan mencari dan bergabung sebuah klub atau komunitas yang dalam interaksi menggunakan bahasa Inggris.

Dosen Ilmu Hukum Universitas Narotama Berhasil Meraih Doktor

Icvara Amitaba Budhivaja, SH, MH, dosen Program Studi Ilmu Hukum (Fakultas Hukum) Universitas Narotama (UNNAR) berhasil meraih gelar doktor. Dia telah menjalani ujian terbuka Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Selasa (28/1).

Disertasi yang ditulis Icvara Amitaba Budhivaja untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar doktor berjudul “Prinsip Pelestarian Hutan Berdasarkan Konvensi International Tropical Timber Organization (ITTO)”.

Tim penguji terdiri tujuh orang yaitu Prof. Dr. Moch. Isnaeni, SH, MS (ketua) dengan anggota Prof Dr. Tjuk Wirawan, SH (promotor), Dr. Soetanto Soepiadhy, SH, MH (co-promotor), Prof. Dr. Siti Maryani, SH, M.Hum (penguji), Dr. Slamet Suhartono, SH, MH (penguji), Prof. Dr. Teguh Prasetyo, SH, M.Si (penguji), dan Prof. Dr. L. Budi Kagramanto, SH, MH, MM (penguji).

Menurut Icvara Amitaba Budhivaja, fungsi hutan sebagai penyangga sistem kehidupan membentuk sumber air sebagai awal dari sistem tata air di bumi. Hutan menyerap zat carbon (CO2) dan polutan lain kemudian mengolahnya secara alami menjadi oxygen (O2) yang dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. “Hutan mampu mempertahankan kondisi ozon yang berkontribusi mencegah terjadinya dampak buruk `rumah kaca` sebagai penyebab pemanasan global,” tulis Budhivaja.

Berbeda dengan sumber daya alam yang habis dalam sekali pakai, misal bahan tambang, hutan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable). Keberhasilan pengelolaan hutan lestari adalah integrasi kebijakan antar departemen. Integrasi tiga komponen penting Sustainable Forest Management (SFM) yang dilansir oleh ITTO. Prinsip tersebut telah sejalan dengan komponen utama Penyelenggaraan Hutan Lestari dan syarat koordinasi berdasarkan Undang-Undang